Pages

Waspadai Penggunaan 'Sunnah Rasul' dengan Konotasi Seks

Jumat, 05 Juni 2015


Perlu menghapus istilah "Sunnah Rasul" di malam Jumat untuk kiasan atas hubungan suami istri, sebab kalimat itu telah disalahgunakan

Jangan pernah terima saat Junjungan dihinakan. Hanya muslim yg imannya mati saat Junjungan dibuat mainan dan dia diam saja

Ummat ini tak akan pernah menemukan kembali kejayaannya jika Junjungan dihinakan segitu rupa dan dia mereka saja. Minimal hati menangis

Pengidentikan kata "Sunnah Rasul" pada malam jumat dengan sex sungguh sangat tak elok dan kurang ajar.. Apalagi penganut freesex pakai jg

Please... Jangan populerkan kata "Sunnah Rasul" terutama di malam Jumat sebagai konotasi

Read more ...

Al-Albani melawan al-Utsaimin & Bin Baz tentang Hadits Nishfu Sya'ban

Kamis, 04 Juni 2015

Ulama Wahabi banyak menilai hadis-hadis Nishfu Sya’ban adalah hadis dlaif atau palsu. Seperti kata Syaikh Utsaimin:

الصَّحِيْحُ أَنَّ جَمِيْعَ مَا وَرَدَ فَضْلَ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ضَعِيْفٌ لَا تَقُوْمُ بِهِ حُجَّةٌ وَمِنْهَا أَشْيَاءٌ مَوْضُوْعَةٌ (لقاءات الباب المفتوح - ج 115 / ص 18)
 

“Pendapat yang benar bahwa semua hadis yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban adalah hadis dlaif, tidak bisa dijadikan hujjah. Sebagiannya adalah hadis palsu” (Liqaat al-Bab al-Maftuh 115/18)
Begitu pula Syaikh Bin Baz melalui Fomisi Fatwa:

وَبِالْجُمْلَةِ فَإِنَّهُ لَمْ يَصِحَّ شَيْءٌ مِنَ الْأَحَادِيْثِ الَّتِي وَرَدَتْ فِي فَضِيْلَةِ إِحْيَاءِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَصَوْمِ يَوْمِهَا عِنْدَ الْمُحَقِّقِيْنَ مِنْ عُلَمَاءِ الْحَدِيْثِ (فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء – ج 4 / ص 279)

“Secara umum, tidak ada sedikitpun hadis sahih yang menjelaskan keutamaan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan puasa siang harinya, menurut ulama ahli
Read more ...

Penyimpangan Wahabi Tentang Bid'ah Hasanah Terkait Atsar Imam Syafi'i

Rabu, 03 Juni 2015
Salah satu dari sekian banyak anomaly (keganjilan, penyimpangan) wahabi adalah sikap taqlid mereka terhadap ulama mereka sendiri yang ujung-ujungnya sama saja dengan fanatisme madzhab yang biasa mereka cela. Aneh tapi nyata; mereka selalu lantang berkata anti taqlid malah taqlid juga sama ulamanya.
Sebagian dari mereka ada yang mengaku bermadzhab Hambali, sebagian lagi malah menafikan keberadaan madzhab dan seolah membuat madzhab baru, hanya sayangnya 'tidak laku'. Tidak jarang sikap mereka ini ditutup-tutupi dengan gaya sok ilmiah. Dalil-dalil bertaburan; ada dalil yang melenceng bukan pada tempatnya, ada pula dalil yang benar penempatannya (dengan bahasan yang dimaksud) namun tetap melenceng pemahamannya. Dan sering juga kita temukan dalil yang mereka tujukan untuk 'menasehati' orang-orang yang diluar golongannya tapi malah lebih cocok buat mereka sendiri - sebagai golongan sempalan pemecah belah umat, sebagai 'pemaksa' persamaan ideologi. 

Ada contoh sederhana yang menggambarkananomaly salafi palsu alias wahabi ini, yaitu soal pernyataan salah satu pengikut wahabi - kalau Imam Syafi’iy tidak pernah
Read more ...

Nasihat dari Ustad Abu Janda al-Boliwudi

Senin, 01 Juni 2015

Read more ...

Mencintai Nabi bukan karena aroma, tetapi rasa

Senin, 01 Juni 2015

Mencintai Nabi bukan karena sepotong yang sesuai keinginan, tetapi keseluruhannya memang mengandung keutamaan
Nabi seorang penyayang. Jika kau pembenci
Read more ...

Inilah Jawaban Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz Dalam Menyikapi Kelompok Salafi atau Wahabi

Senin, 01 Juni 2015

Apa yang mesti kita lakukan sebagai ahlussunnah dalam menghadapi kelompok sempalan Wahabi Salafi? Mari simak penjelasan singkatnya yang dipaparkan oleh Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz Yaman.

Pertanyaan:
Bagaimana semestinya kita menyikapi kelompok Salafi atau Wahabi? Apakah tidak perlu berdebat dengan mereka sementara mereka salah dalam masalah furu’ dan ushul? Seperti seringkali mereka mengatakan: ini bid’ah, sesat, ahli neraka. Bagaimana bisa kita membiarkan mereka sementara banyak orang mulai tertarik? Bagaimana semestinya kita menyikapi mereka?

Jawaban Guru Mulia Al-Habib Umar bin Hafidz:
Tema yang dibicarakan tadi juga sedikit memberikan jawaban dari pertanyaanmu ini. Adapun penjelasan konkritnya adalah bahwa mereka semua sama seperti yang lainnya dari aliran-aliran yang sudah
Read more ...

Orang yang tidak mendapat ampunan ALLAH swt dimalam Nisfu Sya'ban

Senin, 01 Juni 2015

Orang yang Tidak mendapat Ampunan dari Allah dimalam Nishfu Sya'ban

Ulama menyebutkan bahwa malam nishfu Sya’ban merupakan malam yang memiliki keutamaan. Dimalam tersebut, amal-amal dilaporkan kepada Allah SWT (laporan tahunan).

Allah SWT juga menurunkan rahmat-Nya pada malam tersebut da memberika ampunan kepada makhluk-Nya.

Tetapi ada golongan-golongan yang tidak mendapat ampunan dari Allah SWT. Golongan-golongan tersebut sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majjah dalam sebuah hadits hasan, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه, إلا لمشرك أو مشاحن
 

“Sesungguhnya Allah memperhatikan hambanya pada malam Nishfu Sya’ban kemudian Allah akan mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan musyahin”

Dari hadits diatas, golongan yang tidak mendapat ampunan dari Allah adalah orang

Read more ...