Pages

Nabi Muhammad SAW juga tidak OTENTIK

Selasa, 09 Juni 2015

Seorang muballigh Wahhabi muda mengatakan dalam pengajiannya “Wali Songo itu nggak ada bukti yang otentik, hanya kata kata anu, kata sepuh kita, kata ini kita, mana… (buktinya)?, apakah Walisongo meninggalkan buku? tulisan?!. Kalau Imam al-Bukhari ada, Shahih Bukhari. Imam al-Syafi’i ada, Al-Umm. Imam Ahmad, (ada) Musnad Imam Ahmad bin Hanbal. tapi nggak ada kitab Sunan Bonang? , adanya Sunan Abu Daud, Turmidzi, Ibnu Majjah. gitu ya.. sementara kitab Sunan Bonang nggak ada, Sunan Gunung Jati, nggak ada.”

Berdasarkan pemahaman dia yang tentu saja paling benar, bisa saya simpulkan bahwa Nabi Muhammad juga tidak otentik karena tidak menulis sebuah buku. Coba tunjukan pada saya buku yang ditulis oleh Nabi Muhammad sendiri. Tidak akan ada. Dalam hal ini Imam Bukhari, Imam Syafi’I atau bahkan teman-teman blogger saya lebih hebat dari Nabi
Read more ...

Seminar Hasil Penelitian Sejarah Sunan Muria di Kanzus Shalawat

Minggu, 07 Juni 2015

Acara yang terselenggara atas kerjasama Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria dan LP2M (Lembaga penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat) UIN Walisongo Semarang.

Acara ini dihadiri oleh peneliti, pemerhati sejarah, dan Profesor sejarah di lingkungan PTAIN/ UIN, UGM dan pengurus yayasan walisongo dari Kudus (Sunan Kudus), Demak, Gersik, Cirebon, Muria, Bonang, dll. Hadir diantaranya Prof. Dr H Solihan MA, Prof. Dr. Musa Asy’ari, Ahwan Fanani (peneliti-presentator) dan Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya selaku Pembina Persatuan Pengurus Walisongo.
Dalam pemaparannya, Habib Luthfi menekankan pentingnya kegiatan seminar serupa, upaya pelestarian dan konservasi situs dan data sejarah
Read more ...

Manhaj Wahabi Penipu

Sabtu, 06 Juni 2015


Dari Wahabi ganti salafi..
Sekarang ganti Aswaja...

Dasar penipu umat!!!!!!!!!!!
Read more ...

Waspadai Penggunaan 'Sunnah Rasul' dengan Konotasi Seks

Jumat, 05 Juni 2015


Perlu menghapus istilah "Sunnah Rasul" di malam Jumat untuk kiasan atas hubungan suami istri, sebab kalimat itu telah disalahgunakan

Jangan pernah terima saat Junjungan dihinakan. Hanya muslim yg imannya mati saat Junjungan dibuat mainan dan dia diam saja

Ummat ini tak akan pernah menemukan kembali kejayaannya jika Junjungan dihinakan segitu rupa dan dia mereka saja. Minimal hati menangis

Pengidentikan kata "Sunnah Rasul" pada malam jumat dengan sex sungguh sangat tak elok dan kurang ajar.. Apalagi penganut freesex pakai jg

Please... Jangan populerkan kata "Sunnah Rasul" terutama di malam Jumat sebagai konotasi

Read more ...

Al-Albani melawan al-Utsaimin & Bin Baz tentang Hadits Nishfu Sya'ban

Kamis, 04 Juni 2015

Ulama Wahabi banyak menilai hadis-hadis Nishfu Sya’ban adalah hadis dlaif atau palsu. Seperti kata Syaikh Utsaimin:

الصَّحِيْحُ أَنَّ جَمِيْعَ مَا وَرَدَ فَضْلَ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ضَعِيْفٌ لَا تَقُوْمُ بِهِ حُجَّةٌ وَمِنْهَا أَشْيَاءٌ مَوْضُوْعَةٌ (لقاءات الباب المفتوح - ج 115 / ص 18)
 

“Pendapat yang benar bahwa semua hadis yang menjelaskan keutamaan malam Nishfu Sya’ban adalah hadis dlaif, tidak bisa dijadikan hujjah. Sebagiannya adalah hadis palsu” (Liqaat al-Bab al-Maftuh 115/18)
Begitu pula Syaikh Bin Baz melalui Fomisi Fatwa:

وَبِالْجُمْلَةِ فَإِنَّهُ لَمْ يَصِحَّ شَيْءٌ مِنَ الْأَحَادِيْثِ الَّتِي وَرَدَتْ فِي فَضِيْلَةِ إِحْيَاءِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَصَوْمِ يَوْمِهَا عِنْدَ الْمُحَقِّقِيْنَ مِنْ عُلَمَاءِ الْحَدِيْثِ (فتاوى اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء – ج 4 / ص 279)

“Secara umum, tidak ada sedikitpun hadis sahih yang menjelaskan keutamaan menghidupkan malam Nishfu Sya’ban dan puasa siang harinya, menurut ulama ahli
Read more ...

Penyimpangan Wahabi Tentang Bid'ah Hasanah Terkait Atsar Imam Syafi'i

Rabu, 03 Juni 2015
Salah satu dari sekian banyak anomaly (keganjilan, penyimpangan) wahabi adalah sikap taqlid mereka terhadap ulama mereka sendiri yang ujung-ujungnya sama saja dengan fanatisme madzhab yang biasa mereka cela. Aneh tapi nyata; mereka selalu lantang berkata anti taqlid malah taqlid juga sama ulamanya.
Sebagian dari mereka ada yang mengaku bermadzhab Hambali, sebagian lagi malah menafikan keberadaan madzhab dan seolah membuat madzhab baru, hanya sayangnya 'tidak laku'. Tidak jarang sikap mereka ini ditutup-tutupi dengan gaya sok ilmiah. Dalil-dalil bertaburan; ada dalil yang melenceng bukan pada tempatnya, ada pula dalil yang benar penempatannya (dengan bahasan yang dimaksud) namun tetap melenceng pemahamannya. Dan sering juga kita temukan dalil yang mereka tujukan untuk 'menasehati' orang-orang yang diluar golongannya tapi malah lebih cocok buat mereka sendiri - sebagai golongan sempalan pemecah belah umat, sebagai 'pemaksa' persamaan ideologi. 

Ada contoh sederhana yang menggambarkananomaly salafi palsu alias wahabi ini, yaitu soal pernyataan salah satu pengikut wahabi - kalau Imam Syafi’iy tidak pernah
Read more ...

Nasihat dari Ustad Abu Janda al-Boliwudi

Senin, 01 Juni 2015

Read more ...